Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label kisah Islam Teladan. Tampilkan semua postingan

SEJARAH YANG HAMPIR KITA LUPAKAN, Berkaitan dengan memperingati hari Santri Nasional (dalam rangka mempertahankan NKRI), Tausiyah Teladan akan membagikan cerita sejarah yang terlupakan atau SENGAJA di lupakan ? tentang perjuangan para ulama dan laskar santri yang ikut Andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia Bahkan merekalah yang berada di garda paling depan. Berikut kisah sejarahnya :

Indonesia merdeka tanggal 17 agustus 1945, namun belum genap 1 bulan usia kemerdekaan, Indonesia langsung mendapat ujian yg berat. Tentara sekutu yang membonceng tentara Belanda mendarat di jakarta dan kota-kota besar lainya di Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta berupaya melakukan upaya DIPLOMATIK untuk mendorong tentara sekutu bekerja profesional hanya mengurus tahanan saja dan tidak mengutak ngatik Status kemerdekaan Indonesia, namun upaya itu tidak membuahkan hasil. 

Bung Karno galau saat itu, beliau menganalisa bila sampai terjadi peperangan secara Sistematis, Indonesia pasti tidak akan bisa mengalahkan tentara sekutu, karena persenjataan mereka jauh lebih lengkap dan keahlian militernya lebih memadai. Atas saran dari Panglima Besar Jenderal SUDIRMAN, Bung Karno di minta untuk mengirim utusan Khusus kepada Roisul akbar Nadhatul 'Ulama (Ketua Umum NU) yaitu Hadrotus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebu ireng Jombang.

TUJUANNYA untuk meminta FATWA kepada Kyai Hasyim tentang bagaimana Hukumnya BERJIHAD membela negara yang notabene bukan negara islam seperti Indonesia. Kyai Hasyim lantas memanggil K.H. Wahab Hasbullah dari Tambak Beras Jombang. Kyai Wahab di minta untuk mengumpulkan para Ketua NU se Jawa dan Madura untuk membahas persoalan ini, bukan hanya itu saja, mbah Kyai Hasyim juga meminta kepada para Kyai-Kyai Khos (utama) NU, untuk melakukan Sholat istiqoroh, salah satunya adalah mbah Kyai Abbas dari Pondok pesantren Buntet Cirebon Jawa Barat.

Sejarah Perjuangan Ulama dan Satri Untuk kemerdekaan Indonesia

Seluruh Delegasi NU Se-jawa dan Madura telah berkumpul di Kantor Pusat Ansor di Jl. Pungutan surabaya. Kyai Hasyim langsung memimpin pertemuan tersebut dan kemudian di lanjutkan oleh Kyai Wahab. Setelah berdiskusi yang cukup panjang dan mendengarkan hasil istikhoroh para kiyai utama NU, pada esok siangnya tanggal 22 oktober 1945 pertemuan menghasilkan 3 rumusan penting yang kemudian di kenal dengan istilah "RESOLUSI JIHAD NU" Isinya : 

  1. Pertama, SETIAP MUSLIM , TUA, MUDA DAN MISKIN SEKALIPUN WAJIB MEMERANGI ORANG KAFIR YANG MERINTANGI KEMERDEKAAN INDONESIA.
  2. Kedua, PEJUANG YANG MATI DALAM PERANG KEMERDEKAAN LAYAK DIANGGAP SYUHADA' (mati syahid)
  3. Ketiga, WARGA YANG MEMIHAK KEPADA BELANDA DIANGAP MEMECAH BELAH KESATUAN DAN PERSATUAN OLEH KARENA ITU HARUS DI HUKUM MATI.
Dokumen Resolusi JIHAD di tulis dalam huruf ARAB-JAWA atau di sebut "huruf Pegon" yang di tandatangi oleh K.H Hasyim Asy'ari, lalu di sebarluaskan keseluruh jaringan pesantren, tak terkecuali kepada para Komandan LASKAR HIZBULLAH & SABILILLAH di seluruh penjuru Jawa dan Madura. Dokument Resolusi Jihad juga di muat dalam sejumlah media masa pergerakan pada masa itu, hanya berselang 3 hari pasca RESOLUSI JIHAD di cetuskan, 6.000 tentara sekutu mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan persenjataan lengkap. 

Sejarah Perjuangan Ulama dan Santri Yang hampir dilupakan

Mendengar kedatangan pasukan PENJAJAH, RIBUAN SANTRI, MUJAHIDIN & PARA KIYAI Sejawa Timur bergerak menuju SURABAYA dan situasi pun terus memanas dan cenderung tidak terkendali. RESOLUSI JIHAD NU telah memompa semangat PERLAWANAN RAKYAT dan MEMICU TERJADINYA PERTEMPURAN HEBAT selama 3 hari 3 malam di Surabaya, tanggal 27 sampai tanggal 29 oktober 1945. Tentara Inggris KEWALAHAN menghadapi perlawanan RAKYAT JAWA TIMUR. Inggris lantas mendatangkan SOEKARNO ke Surabaya untuk di ajak berunding melakukan gencatan senjata. 

Pagi hari tanggal 30 oktober gencatan senjata di tandatangani pemerintah INDONESIA dan INGGRIS, namun pada sore harinya terjadi insiden di jembatan merah yang menewaskan orang no.1 tentara inggris di surabaya yaitu JENDRAL MALLABI, gencatan senjatapun langsung berakhir. Pengganti Jenderal Mallabi yaitu Jendral ROBERT MANSION mengultimatum laskar pejuang dan tentara Indonesia agar menyerahkan senjata kepada inggris paling lambat 10 november 1945, jika TIDAK inggris mengancam akan membumi hanguskan SURABAYA dan MEMBOMBARDIR Surabaya dari 3 arah sekaligus LAUT, DARAT dan UDARA. 

Mendengar ancaman itu, para komandan LASKAR HIZBULLOH, SABILILLAH, MUJAHIDIN, TKR dan PARA SANTRI marah besar. seorang pemuda bernama Soetomo atau yang lebih akrab di panggil BUNG TOMO, sowan kepada Kiyai Hasyim, meminta izin untuk menyebarluaskan­ RESOLUSI JIHAD MELALUI RADIO. Pada Pidato Bung Tomo. K.H. Ahmad Muchid Muzadi (Pemuda Anshor 1945 dari Jember Jawa Timur) Mengatakan : "Hai.. Tentara inggris, ayo kita berperang, kita ini tidak takut, kalau mati kita syahid, kalau hidup kita akan menjadi bangsa yang merdeka". 

Ustadz Muhammad Yahya Waloni (Pendeta yang Muallaf) dari Manado Sulawesi. Mengatakan : "Indonesia itu merdeka bukan dengan teriakan Haleluya akan tetapi dengan Teriakan dan Pekikan Takbir.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. "

Pasukan terdepan yang bertempur di Surabaya adalah : 
  • Laskar Hizbullah* yang di pimpin oleh K.H. Zainal Arifin, dari Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Wafat di Jakarta. 
  • Laskar Sabilillah* yang di pimpin oleh K.H. Masykur, dari Pon-Pes Mishbahul Wathon (Pelita Tanah Air) Singosari Malang Jawa Timur. 
  • *Barisan Mujahidin Indonesia* yang di pimpin oleh K.H. Wahab Hasbullah Pon-Pes Tambak beras Jombang Jawa Timur. 
  • PETA Sebagian besar Batalionnya di pimpin oleh Para Kyai NU. 
  • Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 
Resolusi Jihad NU (Sejarah yang terlupakan) Cukup di sayangkan, karena Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 Tidak tercatat dalam Sejarah Resmi Indonesia. Ada upaya untuk menghilangkan jejak peran para Santri dan Kyai dalam memperjuangkan kemerdekaan. Hal itu di duga terkait dengan kebijakan Rasionalisasi, Nasionalisasi dan Modernisasi TKR, yang mengakibatkan para "Milisi terdepak" dari TKR. 

Walau sedikit kecewa pada pemerintah saat itu, tapi para pejuang NU tetap sadar bahwa mereka berjuang bukan untuk pemerintah, tapi membela negara dan tanah air, mereka tetap setia dengan Resolusi Jihad dan tetap selalu menjaga serta membela NKRI. Mereka tidak pernah berfikir untuk melawan pada pemerintah yang sah, apalagi memberontak dan KUDETA. Bahkan mereka berperang lagi menghadapi Agresi Militer Belanda tahun 1947-1948. Semoga yang gugur membela NKRI menjadi Syuhada. Aamiin

Tobatnya seorang pemabuk sehingga menjadi seorang sufi besar - Malik Bin Dinar seorang sufi besar yang sangat terkena namanya sampai sekarang. Tapi siapa sangka, dulunya adalah seorang yang gemar melakukan berbagai tindak kejahatan. 

Pada suatu hari ada orang bertanya kepadanya bagaimana ia adpat mengubah kelakuannya yan buruk itu. Pada mulanya ia enggan memberitahukan kisah masa lalunya, tetapi setelah beberaa kali didesak, ia akhirnya mau menceritakan semua kisah masa lalunya yang kelam sehingga menjadi sekarang ini, Berikut ceritanya:

Kisah Malik Bin Dinar Seorang Ahli Sufi terkenal

Saya asalnya adalah seorang askar (prajurit, pasukan tentara, laskar ). Kesukaan saya tidak lain ialah meminum minuman keras yan memabukkan. Saya telah membeli seorang budak, wanita yang cantik. Saya sangat suka kepada wanita itu dan ia akhirnya melahirkan seorang anak perempuan hasil hubungan kami. Saya sangat sayang kepada anak saya itu. Demikian juga sebaliknya, anak itu sangat sayang kepada saya sebagai ayahnya. Semakin banyak perkembangan pada diri anak saya semakin besar pula rasa sayang saya kepadanya Anak itulah yang menjadi sumber kebahagiaan kami sekeluarga, kami selalu bermain bersama-sama

Kisah Malik Bin Dinar Seorang Ahli Sufi terkenal

Tetapi ia mempunyai perilaku yang terbilang cukup aneh yaitu suka merampas gelas yang berisi minuman keras di tangan saya, lalu kemudian menuangkan minuman keras itu ke baju jubah saya. Saya sangat benci terhadap perilakunya itu, tetapi oleh karena amat sayang kepadanya saya tidak sampai hati untuk memarahinya.

Tatkala umurnya dua tahun, malangnya puteri saya itu telah kembali ke rahmatullah taala. Betapa hancurnya hati saya karena kehilangan mutiara yang tidak ada gantinya itu. Sungguh semenjak itu hidup saya menjdi muram disebabkan kematian puteri yang teramat saya sayangi itu.

Pada suatu malam setelah saya mabuk saya langsung tidur dengan pulasnya. Dimalam itu saya telah bermimpi akan hari akhirat. Saya lihat di dalam mimpi saya itu manusia berduyun-duyun keluar dari kubur masing-masing lalu berhimpun di padang mahsyar. Apabila saya pergi menghampiri mereka itu saya terdengar bunyi seperti desiran dibelakang saya. Dan apabila saya menoleh kebelakang, saya melihat seekor naga besar dengan mulutnya yang membuka sangat lebar, Naga itu menuju ke arah saya dengan maksud hendak menelan saya. 

Saya merasa amat takut sekali, lalu saya berlalu sekuat hati saya, nmun naga itu terus mengejar saya.Tatkala saya berlari itu saya nampak seorang lelaki tua di hadapan saya. Saya menegur lelaki tua itu lalu meminta pertolongannya. Tetapi ia menjawab bahwa ia tidak berupaya menolong saya lantaran lelaki tua tersebut tidak punya daya upaya untuk menolongnya karena kondisinya yang lemah. Dia suruh saya terus lari saja, barangkali nanti ada orang yang akan dapat menolong. Maka saya pun terus berlari hingga bertemu dengan sebuah bukit kecil. Alangkah terkejutnya saya bila saya menjenguk kebawah, saya lihat api neraka yang sangat besarnya.

Tetapi tatkala saya hendak terjun ke dalam neraka itu saya tiba-tiba mendengar suara dari arah belakang. “wahai Malik, engkau sebenarnya bukanlah menjadi bahan api neraka! Maka saya pun menoleh ke belakang dan nampak orang tua yang pernah saya temui itu. Saya merayu kepadanya supaya menolong saya dari bahaya naga itu namun ia masih juga memberikan alasan yang sama bahwa ia tidak berupaya untuk menolon saya lantaran ia telah tua lagi lemah. Bagaimanapun dia telah menunjukan ke arah bukit yang lain lalu menyuruh saya pergi ke bukit itu karena disana terdapat kaum muslimin yang senantiasa berada dalam perlindungan Allah a.w.t.

Maka tanpa berlengah-lengah sedikitpun jua saya lantas berlari ke bukit itu sementara naga itu masih juga mengejar saya dari belakang. Apabila sampa dipuncak bukit itu saya melihat ada sebuah bangunan yang berbentuk tirus kubah dengan mempunyai bebeapa buah tingkap yang terbuka. Pada tingkap-tingkap itu kelihatan langsir yang teramat indahnya. Semua tigkap-tingkap itu mempunyai pintu-pintu yang berbalutkan mutiara yang indah dan zamrud yang berkilau-kilauan. Apabla saya coba memanjat pintu itu saya terdengar malaikat berseru mangatakan: “bukalah tingkap dan selaklah kain langsir itu. Keluarlah kamu sekalian, barangkali ada diantara kalian yang dapat menolong orang jahat!

Medengar tangisanku itu maka ramailah kanak-kanak keluar dari pintu itu dengan wajah muka yang berseri-seri. Mereka memandang kepadaku dengan penuh belas kasihan karena mereka nampak aku sedang dikejar naga. Tiba-tiba aku pun ternampak anakku yang berusia dua tahun ada bersama-sama kumpulan kanak-kanak itu. Apabila dia melihatku, dia  pun menangis, lalu berlari mendapatkan aku, Anakku itu lalu menunjukan tangannya ke arah naga itu dan betapa terkejutnya aku melihat naga itu secara tiba-tiba pergi dari situ. Binatang yang amat menakutkan aku itu kemudian hilang dari pandangan saya.

Saya pun meletakkan puteriku itu dalam pangkuanku dan dia ayik bermain dengan janggutku. Kemudian puteriku itu pun membaca surat Al Quran yang sekira-kira demikian maksudnya: “Masihkah belum tibanya bagi orang-orang yang jahil itu menyembah Allah dan sadar akan petunjuk Allah terhadap diri mereka.”

Tatkala saya mendengar ayat yang dibacakan oleh puteri saya tadi lalu saya pun menangis serta menyesali akan dosa-dosa saya yang lalu. Kemudian saya pun bertanyakan puteri saya itu:
“Fahamkah engkau hai anakku, akan segala isi kandungan Al Quran itu?”
“Sungguh, saya faham akan segalanya itu ayah, bahkan lebih darimu! Demikian jawab puteriku itu.
Kemudian saya terus bertanya lagi:
“Siapakah naga itu hai anakku?”
Maka ia pun mengatakan kepada saya bahwa naga itu adalah perbuatan jahat yang hampir menasukkan saya kedalam api neraka.
“Tetapi siapa pula orang tua itu anakku?” tanya saya pula.
“dia adalah perbuatan baikmu yang telah menjadi lemah karena perbuatan jahat yang telah engkau lakukan,” jawab puteriku itu seraya menyambung.
“Dia tidak dapat menolong ayah tetapi dia dapat menunjukan cara untuk melepaskan ayah dari kesusahan.”
Akhirnya saya bertanya lagi: ”apa yang kamu lakukan di bukit ini anakku?” lalu puteriku itupun menjawab.
“Ayahku yang dikasihi! Kami semua adalah anak-anak orang islam. Kami menunggu kamu sekalian sehingga Hari Akhirat. Kemudian kami meminta Allah untuk keselamatan ayah-ayah kami.”

Selepas itu saya pun terjaga dari tidur dengan kondisi masih gemeteran  karena naga tersebut, lalu saya pun bertaubat maminta ampun dari Allah s.w.t. dan menghentikan semua perbuatan jahat saya itu.

Subhanallah, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut, Aamiin

Tidak dikenal penduduk bumi tetapi disanjung oleh penduduk langit – Kisah ini menceritakan seorang pemudah pengembala unta yang tinggal bersama ibunya di suatu kampong yang jauh dari penduduk, pemuda ini tidaklah terkenal bahkan penduduk didesanya enggan mau mengunjunginya. Selain hidup sederhana pemuda inipun merawat ibunya seorang diri dan yang paling menarik dari pemuda ini adalah meskipun ia hanya bertemu satu kali dengan rasulullah tetapi Rasulullah sangat mencintainya bahkan beliau menghadiahi baju kepada pemuda itu. Siapa dia dan seperti apa kisahnya? Silahkan baca kisah berikut ini :


Kisah Teladan Awais Al Karni si pengembala unta yang merawat ibunya

Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah yang hidup penuh taqwa serta zuhud terhadap kehidupan dunia. Namanya adalah Awais Al Karni, Ia hidup dengan memlihara unta-unta kepunyaan saudaranyanya, Ia tinggal di daerah yang bernama Karni. 

Pada suatu hari, tatkala Awais berdiri seorang diri, ia menerima khabar perihal Rasulullah s.a.w. yang ketika itu sedang menghadapi perang Uhud. Awais mendapat khabar bahwa gigi rasulullah telah tanggal dalam pertempuran. Tetapi kabar yang diterimanya tersebut, tidak ia ketahui siapa yang memberitahukannya. Seperti kita ketahui bahwa pada zaman tersebut belum ada pengiriman pesan cepat seperti pos maupun telepon, padahal tempat dimana ia tinggal sangatlah jauh dari kediaman Rasulullah s.a.w.

Bagaimanapun setelah memperoleh khabar dari alam ghaib itu, Awais pun mencabut sebatang giginya untuk merasakan sendiri betapa sakitnya Rasulullah yang mengalami tanggal giginya. Subhanallah, sedemikian besarnya rasa cinta Awais terhadap Baginda Rasul.

Menurut ceritanya Awais hanya bertemu sekali saja dengan Rasulullah yaitu ketika beliau sedang berangkat keluar kota. Awais bukan saja menjaga unta-unta kepunyaan saudaranya melainkan juga menjaga ibunya seorang diri. Sebab itulah ia tidak dapat mengunjungi Rasul sekali lagi. Walau bagaimanapin Awais sempat meninggalkan pesan kepada Ummul Mukminin, yaitu istri Rasul bahwa ia akan datang untuk menemui Rasul. 

Ketika Rasulullah pulang, istrinya tersebut menyampaikan pesan dari Awais. Baginda Rasulpun bertanya,“Adakah engkau lihat wajahya? Tanya Rasul. Maka dijawab Ummul Mukminin Siti Aisyah r.a. “Saya hanya lihat belakangnya sahaja.” Maka berkata Nabi s.a.w. “Engkau akan masuk syurga karena memandang itu. “

PEMUDA YANG  DICINTAI PENDUDUK LANGIT AWAIS AL KARNI

Singkat cerita. Tatkala Rasulullah sedang berada diatas katilnya di saat-saat akhir hayatnya yang penuh suci. Rasulullah meminta agar baju yang sedang dipakainya itu diberikan kepada Awais kepada sahabatnya. Saiyidina Umar dan Saiyidina Ali lantas bertanya kepada orang-orang yang berada disitu yang sekiranya merupakan penduduk Karni untuk bersedia mengantarkan ke tempat tinggal Awais di Karni. Lantas sesorang berdiri dan menyatakan kesanggupannya untuk mengantarkan kedua sahabat tersebut ke kediaman Awais.
Tidak lama setelah itu, mereka pun berangkat menuju ke Karni. Setelah sampai didaerah itu, mereka pun bertanya kepada orang-orang di desa itu di mana rumah orang yang yang disebutkan oleh Baginda Rasulullah. Tatkala mereka menanyakan tentang nama orang itu penduduk kampung merasa amat terkejut sekali memikirkan apakah sebabnya dua orang tokoh sahabat besar Rasul hendak menemui pengembala unta yang tidak dikenali serta tidak dipedulikan orang itu. 
Akhirnya mereka sampai ditempat Awais berada, ketika itu mereka melihat ia sedang bershalat. Setelah Awais habis bershalat, ia pun berkata, “Sungguh inilah pertama kalinya ada orang yang melihat aku sembahyang. “ Kedua orang sahabat besar Rasul s.a.w. pun memperkenalkan diri masing-masing setelah memberi salam kepadanya. Mereka kemudian menyampaikan pesan Rasulullah s.a.w. menyuruh Awais mendoakan keampunan bagi para umat Nabi Muhammad s.a.w. Mendengar permintaan mereka itu, Awais dengan rendah hati menunaikannya.

Kemudian mereka pun bertanya kepadanya, “Kiranya Tuan sangat mencintai Muhammad s.a.w. kenapa Tuan tidak selalu berkunjung tatkala ia masih hidup?” Awais enggan menjawab melainkan Ia berbalik bertanya kepada mereka yang turut menyertai Baginda dalam perang Uhud. Dan kiranya mereka benar-benar turut bertempur bersama Rasulullah di perang Uhud apakah mereka tahu gigi Rasulullah s.a.w. yang mana yang tanggal dalam peperangan itu. Saiyidina Umar Al Khatab benar-benar tertarik dengan pemuda yang sangat sederhana lagi teramat waroknya itu lalu mereka meminta Awais sudi mendoakannnya. 
Maka Awais Al Karni pun berkata. “Hai Umar! Aku bershalat dan mendoakan keampunan dan kesejahteraann untuk kalian kaum Muslimin pada setiap kali shalatku Kiranya engkau takwa kepada Allah dan mentaati ajaran RasulNya engkau akan terima berkah doaku di Akhirat nanti. “ Saiyidina Umar r.a. lalu berkata, “Aku sedia memberikan kedudukan khalifahku untuk bantal roti,  kalu engkau mau. “ Lalu Awais pun menjawab, “Siapakah yang mau menerimanya? Tiada siapa yang mau menerimanya sekalipun engkau menyerahkannya.”

Dua orang tokoh besar sahabat Rasulullah s.a.w itu pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan puas setelah menemui orang yang disebutkan oleh Baginda Rasul, Awasi orng yang tidak dikenal oelh pendiuduk dunia tetapi besar kedudukannya di sisi pendduduk langit.
Subhanallah.

Khadijah Al-Kubra adalah istri pertama Nabi Muhammad s.a.w yang merupakan sosok istri teladan, begitu banyak pengorbanan yang dilakukannya demi menegakkan agama islam dan beliaulah orang yang selalu ada dibalik perjuangan dakwah Rasulullah. Berikut adalah serita yang amat sangat menyentuh, cerita tentang baginda muhammad yang menangis karena istrinya, Khadijah.

Pada suatu hari Nabi Muhammad s.a.w. pulang dari medan dakwah dalam kondisi lelah . Ketika beliau hendak masuk rumah, Khadijah biasanya menyambut beliau berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri menyambut Suami tercinta, Rasulullah yang melihatnya sontak berkata: “Wahai Khadijah tetaplah di tempatmu.” Saat itu Khadijah sedang menyusui anaknya Fatimah yang masih bayi. Rasulullah sangat paham dengan kesetiaan istrinya Khadijah yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya.

Keimanan dan Kesetiaan Khadijah al-Kubra ra - Kisah Kehidupan Nabi Muhammad

Rasulullah sangatlah Kagum dengan pengorbanan Khadijah. Meskipun dalam keadaan Lelah menjaga rumah tangganya dan keadaan Letih dalam memelihara anaknya, Khadijah masih sempat menunjukkan Kesetiannya dan rasa sayangnya kepada sang Suami walau dengan hal yang sederhana tadi. Bahkan seluruh harta bendanya diberikan kepada Nabi demi perjuangan Islam dan bahkan lebih dari itu, jiwa dan raganya diperuntukkan untuk Islam. Subhanallah, sungguh besar kontribusi Khadijah terhadap kemajuan besarnya islam di jaman Nabi Muhammad s.a.w. Tidak jarang Khadijah menahan lapar sambil menyusui anaknya Fatimah ra. Sehingga yang keluar bukan air susu lagi tapi darah yang keluar, yang diminum oleh anaknya Fatimah. 

Melihat Khadijah letih menyusui anaknya, Rasulullah mengambil Fatimah dan diletakkan di tempat tidurnya. Gantilah Rasulullah berbaring dipangkuan sang Istri. Karena Rasulullah begitu lelah dan letih dari mendakwahkan islam kepada umatnya yang menolak seruannya, beliaupun tertidur dipangkuan sang istri. 

RASULULLAH MENANGIS KARENA KHADIJAH

Katika itulah khadijah dengan belaian kasih sayang membelai rambut Beliau. Tak terasa air mata Khadijah al-Kubra menetes mengenai pipi Rasulullah s.a.w. Nabipun terjaga “Wahai Khadijah kenapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan, tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua orang telah menjauh darimu, seluruh harta bendamu habis. Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?”

Khadijah al-Kubra berkata, “Wahai suamiku, wahai Nabi Allah, bukan itu yang aku tangiskan. Dulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki kebangsawanan, kebangsawanan itupun aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, seluruh harta kekayaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. 

Wahai Rasulullah, sekarang ini aku tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. “Wahai Rasulullah, sandainya aku telah MATI sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, kemudian engkau hendak menyebrangi sebuah lautan,, engkau hendak menyebrangi sebuah sungai dan engkau tidak menemukan satu perahu pun ataupun jambatan, maka engkau gali lubang kuburku, engkau gali kuburku, kemudian ambillah TULANG BELULANGKU, engkau jadikan jembatan sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu.

"INGATKAN MEREKA AKAN KEBESARAN ALLAH. INGATKAN MEREKA PERKARA YANG HAQ. AJARKAN MEREKA SYARI'AT ISLAM WAHAI...RASULULLAH.”
Mendengar Perkataan Khadijah tersebut, Nabi Muhammadpun Menangis.

KISAH SEORANG LUMPUH YANG DICINTAI RASULULLAH - Alangkah terharunya rasul s.a.w. mendengar keinginan seorang yang lumpuh tetapi mempunyai iman yang kuat. Ia seorang leleki penduduk Madinah yang mengalami penyakit lumpuh yang menyebabkan dia tidak dapat bergerak dan berpergian. Imannya yang kuat  inggin menyertai Nabi s.a.w. sebagai seorang muslim, tetapi tenaganya tidak ada.

Muq’ad, demikianlah ahli hadist menyebutkan dirinya, yaiutu Orang yang tidak dapat berjalan karena menderita lumpuh.  Terpaksa dia duduk saja sepanjang hari dana malam tetapi kecintaannya kepada Allah dan Rasul sangat ktat. Namun demikian dia tidak sunyi mendengar dan mengetahui perkembangan islam dan erjuangan rasul s.a.w. dan kaum muslimin, walaupun dia tidak dapat berbuat banyak, tetapi hatinya mencintai Allah dan rasul dalam kemampuan yang ada padanya.

“Bawalah aku dipinggir jalan yang dilalui Rasul s.a.w., bila baginda pergi kemasjid.” Demikian dia menyuruh keluarganya.

KISAH SEORANG LUMPUH DICINTAI RASULULLAH

Seorang lumpuh yang sangat mencintai Rasulullah

Dapatlah dibayangkan betapa rindunya ia hendak meliat wajah rasul s.a.w., inggin mendengarkan suara baginda. Hanya inilah yang dapat dilakukannya lagi dan memang baik sekali.

Harapannya ini pun dikabulkan oleh keluarganya. Ia dibawa ke pinggir jalan yang akan dilalui Rasulullah s.a.w. sudah tentu tidak akan dapat bertemu secepat mungkin sebab waktu dia sudah sampai tetapi nabi belum . dan baginya menunggu itu pun sudah menyejukkan jua.

Semua ini diketahui dan dirasakan nabi sehingga bila baginda lalu maka baginda mengucapkan salam kepadanya. Bukan main gembira hatinya melihat rasul dan mendengar ucapan sala baginda kepadana. Bila selesai pertemuan yang sedikit ini maka keluarganya inggin membawanya pulang. Alangkah puasnya hatinya dan subur imannya. Pergi dan pulang selalu nabi  mengucapkan salam kepadanya, bila baginda melihat muq’ad masih ada disana.

“Demi allah, aku tidak akan pulang lagi.” Katanya kepada keluarganya.
“Selama rasulullah masih hidup saya tidak mau pergi dari sini, sebab itu kamu dirikanlah khushsh untukku” demikian harapan

Ia mengharapkan agar didirikan khushsh, yaitu rumah dari kayu sekadar. Tau samalah dengan pondok dan gubuk kita disini, sekadar menaungi waktu panas dan berteduh waktu hujan. Alngkah murninya hati muq’ad . keluarganyapun permintaanyna sehingga didirikannya pondok dipinggir jalan. Mulailah muaq’ad menempatinya dengan penuh kegembiraan. Nabi pun mengetahiu semua hal tentang muq’ad sehingga setiap baginda lewat di sana maka bagina singgah kepadanya. Diuapkannya salam kepadanya dan digembirakannya hatinya.

Malah bisa rasul mempunyai makananmaka baginda kirimkan kepadanya. Hanya allah yang mengetahui betapa gembiranya muq’ad mendapat perlakuan nabi yang demikian baiknya. Dalam suasana menidap penyakitlumpuh maka inilah obat bagi jiwanya.

Kematian Sahabat Nabi Mu'ad

Demikian berlalu hari demi hari dan bulan demi bulan. Sampailah datang suatu saat, ketika semua ini terhenti dengan meninggalkan kesan mengharukan. Muq’ad meninggal dunia.

Kematian ini diberitahukan kepada baginda rasul sehingga baginda segera menjengknya dengan penuh keharuan beberapa orang sahabat ikut bersama baginda untuk melepas hamba ini kelam barzah. 

‘Seorangpun tidak boleh mendekati tempatnya selain dari aku. “ demikian kata rosul kepada sahabatnya.

Nabi segera masuk sedang sahabat yg lain berada diluar saja malah mereka inggin segera dibolehkan masuk melihat mauat muq’ad yang mempunyai jalan hidup sendriri.
Waktu nabi s.a.aw. masuk kedalam tempat muq’ad maka baginda melihat jibril sudah ada didekatnya barangkali inilah ebabnya rasulullah belum megizinkan sahabat ikut masuk bersama baginda.

“wahai rasul! Sekiranya engkau tidak datang maka kamilah yang akan menyelenggarakanurusannya. Tetapi karena engkau sudah datang maka engkaulah yang jauh lebih utama mengurusnya.demikian kata jibril kepada nabi.

Akhirnya rasulullah s.a.w. mengurus jenasah muq’ad memandikan, mengkafani, menshalatkan dan memasukkan ke kubur. Berangkatlah dia menuju alam baqa dengan iman yang berada dalam jasmani lumpuh rasul memperlihatkan kasih sayang kepadanyadelam bentuk lain dari yang lain. Sebab muq’ad ini adalah orang yang mengalami lumpuh jasmiani tetapu imannya tidak lumuh. Dengan iman yang tidak lumpuh ini dia mencintai allah dan rasul dan dengan iman inilah dia menghadap allah.

Diberdayakan oleh Blogger.