Halloween party ideas 2015
Tampilkan postingan dengan label islam itu indah. Tampilkan semua postingan

SEJARAH YANG HAMPIR KITA LUPAKAN, Berkaitan dengan memperingati hari Santri Nasional (dalam rangka mempertahankan NKRI), Tausiyah Teladan akan membagikan cerita sejarah yang terlupakan atau SENGAJA di lupakan ? tentang perjuangan para ulama dan laskar santri yang ikut Andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia Bahkan merekalah yang berada di garda paling depan. Berikut kisah sejarahnya :

Indonesia merdeka tanggal 17 agustus 1945, namun belum genap 1 bulan usia kemerdekaan, Indonesia langsung mendapat ujian yg berat. Tentara sekutu yang membonceng tentara Belanda mendarat di jakarta dan kota-kota besar lainya di Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta berupaya melakukan upaya DIPLOMATIK untuk mendorong tentara sekutu bekerja profesional hanya mengurus tahanan saja dan tidak mengutak ngatik Status kemerdekaan Indonesia, namun upaya itu tidak membuahkan hasil. 

Bung Karno galau saat itu, beliau menganalisa bila sampai terjadi peperangan secara Sistematis, Indonesia pasti tidak akan bisa mengalahkan tentara sekutu, karena persenjataan mereka jauh lebih lengkap dan keahlian militernya lebih memadai. Atas saran dari Panglima Besar Jenderal SUDIRMAN, Bung Karno di minta untuk mengirim utusan Khusus kepada Roisul akbar Nadhatul 'Ulama (Ketua Umum NU) yaitu Hadrotus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebu ireng Jombang.

TUJUANNYA untuk meminta FATWA kepada Kyai Hasyim tentang bagaimana Hukumnya BERJIHAD membela negara yang notabene bukan negara islam seperti Indonesia. Kyai Hasyim lantas memanggil K.H. Wahab Hasbullah dari Tambak Beras Jombang. Kyai Wahab di minta untuk mengumpulkan para Ketua NU se Jawa dan Madura untuk membahas persoalan ini, bukan hanya itu saja, mbah Kyai Hasyim juga meminta kepada para Kyai-Kyai Khos (utama) NU, untuk melakukan Sholat istiqoroh, salah satunya adalah mbah Kyai Abbas dari Pondok pesantren Buntet Cirebon Jawa Barat.

Sejarah Perjuangan Ulama dan Satri Untuk kemerdekaan Indonesia

Seluruh Delegasi NU Se-jawa dan Madura telah berkumpul di Kantor Pusat Ansor di Jl. Pungutan surabaya. Kyai Hasyim langsung memimpin pertemuan tersebut dan kemudian di lanjutkan oleh Kyai Wahab. Setelah berdiskusi yang cukup panjang dan mendengarkan hasil istikhoroh para kiyai utama NU, pada esok siangnya tanggal 22 oktober 1945 pertemuan menghasilkan 3 rumusan penting yang kemudian di kenal dengan istilah "RESOLUSI JIHAD NU" Isinya : 

  1. Pertama, SETIAP MUSLIM , TUA, MUDA DAN MISKIN SEKALIPUN WAJIB MEMERANGI ORANG KAFIR YANG MERINTANGI KEMERDEKAAN INDONESIA.
  2. Kedua, PEJUANG YANG MATI DALAM PERANG KEMERDEKAAN LAYAK DIANGGAP SYUHADA' (mati syahid)
  3. Ketiga, WARGA YANG MEMIHAK KEPADA BELANDA DIANGAP MEMECAH BELAH KESATUAN DAN PERSATUAN OLEH KARENA ITU HARUS DI HUKUM MATI.
Dokumen Resolusi JIHAD di tulis dalam huruf ARAB-JAWA atau di sebut "huruf Pegon" yang di tandatangi oleh K.H Hasyim Asy'ari, lalu di sebarluaskan keseluruh jaringan pesantren, tak terkecuali kepada para Komandan LASKAR HIZBULLAH & SABILILLAH di seluruh penjuru Jawa dan Madura. Dokument Resolusi Jihad juga di muat dalam sejumlah media masa pergerakan pada masa itu, hanya berselang 3 hari pasca RESOLUSI JIHAD di cetuskan, 6.000 tentara sekutu mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan persenjataan lengkap. 

Sejarah Perjuangan Ulama dan Santri Yang hampir dilupakan

Mendengar kedatangan pasukan PENJAJAH, RIBUAN SANTRI, MUJAHIDIN & PARA KIYAI Sejawa Timur bergerak menuju SURABAYA dan situasi pun terus memanas dan cenderung tidak terkendali. RESOLUSI JIHAD NU telah memompa semangat PERLAWANAN RAKYAT dan MEMICU TERJADINYA PERTEMPURAN HEBAT selama 3 hari 3 malam di Surabaya, tanggal 27 sampai tanggal 29 oktober 1945. Tentara Inggris KEWALAHAN menghadapi perlawanan RAKYAT JAWA TIMUR. Inggris lantas mendatangkan SOEKARNO ke Surabaya untuk di ajak berunding melakukan gencatan senjata. 

Pagi hari tanggal 30 oktober gencatan senjata di tandatangani pemerintah INDONESIA dan INGGRIS, namun pada sore harinya terjadi insiden di jembatan merah yang menewaskan orang no.1 tentara inggris di surabaya yaitu JENDRAL MALLABI, gencatan senjatapun langsung berakhir. Pengganti Jenderal Mallabi yaitu Jendral ROBERT MANSION mengultimatum laskar pejuang dan tentara Indonesia agar menyerahkan senjata kepada inggris paling lambat 10 november 1945, jika TIDAK inggris mengancam akan membumi hanguskan SURABAYA dan MEMBOMBARDIR Surabaya dari 3 arah sekaligus LAUT, DARAT dan UDARA. 

Mendengar ancaman itu, para komandan LASKAR HIZBULLOH, SABILILLAH, MUJAHIDIN, TKR dan PARA SANTRI marah besar. seorang pemuda bernama Soetomo atau yang lebih akrab di panggil BUNG TOMO, sowan kepada Kiyai Hasyim, meminta izin untuk menyebarluaskan­ RESOLUSI JIHAD MELALUI RADIO. Pada Pidato Bung Tomo. K.H. Ahmad Muchid Muzadi (Pemuda Anshor 1945 dari Jember Jawa Timur) Mengatakan : "Hai.. Tentara inggris, ayo kita berperang, kita ini tidak takut, kalau mati kita syahid, kalau hidup kita akan menjadi bangsa yang merdeka". 

Ustadz Muhammad Yahya Waloni (Pendeta yang Muallaf) dari Manado Sulawesi. Mengatakan : "Indonesia itu merdeka bukan dengan teriakan Haleluya akan tetapi dengan Teriakan dan Pekikan Takbir.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. "

Pasukan terdepan yang bertempur di Surabaya adalah : 
  • Laskar Hizbullah* yang di pimpin oleh K.H. Zainal Arifin, dari Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Wafat di Jakarta. 
  • Laskar Sabilillah* yang di pimpin oleh K.H. Masykur, dari Pon-Pes Mishbahul Wathon (Pelita Tanah Air) Singosari Malang Jawa Timur. 
  • *Barisan Mujahidin Indonesia* yang di pimpin oleh K.H. Wahab Hasbullah Pon-Pes Tambak beras Jombang Jawa Timur. 
  • PETA Sebagian besar Batalionnya di pimpin oleh Para Kyai NU. 
  • Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 
Resolusi Jihad NU (Sejarah yang terlupakan) Cukup di sayangkan, karena Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945 Tidak tercatat dalam Sejarah Resmi Indonesia. Ada upaya untuk menghilangkan jejak peran para Santri dan Kyai dalam memperjuangkan kemerdekaan. Hal itu di duga terkait dengan kebijakan Rasionalisasi, Nasionalisasi dan Modernisasi TKR, yang mengakibatkan para "Milisi terdepak" dari TKR. 

Walau sedikit kecewa pada pemerintah saat itu, tapi para pejuang NU tetap sadar bahwa mereka berjuang bukan untuk pemerintah, tapi membela negara dan tanah air, mereka tetap setia dengan Resolusi Jihad dan tetap selalu menjaga serta membela NKRI. Mereka tidak pernah berfikir untuk melawan pada pemerintah yang sah, apalagi memberontak dan KUDETA. Bahkan mereka berperang lagi menghadapi Agresi Militer Belanda tahun 1947-1948. Semoga yang gugur membela NKRI menjadi Syuhada. Aamiin

Siapa yang suka mandi sambil menyanyi? Melakukan hal-hal dikamar mandi selain kegiatan umum yang biasanya dilakukan seperti buang air adalah suatuhal yang paling asyik untuk dilakukan, seperti halnya menyanyi, banyak dari kita yang bahkan menjadikan aktifitas tersebut sebagai hobi yang sering dilakukan. Tapi tahukah anda? bahwa kita tidak disarankan bernyanyi-nyanyi ketika di kamar mandi.


STOP !! Jangan Bernyanyi Di Kamar Mandi

berikut kisah dari sebuah hadist yang sayang nih kalau dilewatkan, yuk baca : 

Tempat tinggal untuk iblis, setan dan jin

Dalam sebuah hadis,Rasulullah bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah seperti halnya Allah memberikan tempat tinggal kepada anak adam untuk berada di bumi. 

"Ya Allah,,adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi,,maka berilah pula aku tempat tinggal..!!" Kata Iblis. Allah berfirman,"Tempat tinggalmu adalah kamar mandi atau tandas"(HR. Bukhari) 


Dari situlah kemudian Iblis pun menggoda setiap orang yang memasuki rumahnya yang berupa kmr mandi.. Godaan iblis macam-macam dan aneka warna. contohnya menggoda manusia supaya :

  • Berlama-lama di dalam bilik mandi 
  • Bernyanyi atau berbicara di kamar mandi 
  • Bermain-main air atau sesuatu yang lain (bawa hp mendengarkan musik, berfacebookan) 
  • Membisik seseorang supaya kencing sambil berdiri 
  • Membiarkan baju yang kotor terntung di dalm bilik mandi 
  • Melupakan seseorang untuk berdoa ketika hendak masuk atau keluar dari bilik mandi 
  • Mengambil whudu sambil telanjang 
  • Mencoret-coret dinding bilik mandi 
  • Merencanakan kejahatan 
  • Onani/masturbasi di dalam bilik mandi, air mani akan bercampur air mani iblis &danmenyebabkan terlahirlah tuyul*. 
Maka,,hati-hatilah sewaktu dalam bilik mandi atau tandas. Dan tips yang baik adalah mandi,buang air dan lainnya sewajarnya saja. lebih cepat lebih baik Sekarang. 

*Perlu diperhatikan bahwa Admin memberikan materi ini tujuannya untuk memberi Anda ilmu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, apabila Anda tidak sependapat atau terdapat kekeliruan dalam penulisan tolong jangan bergaduh. Saling mengingatkan dan saling memberi. Wallahua'lam bisshawab.

Hubungan suami-istri di Malam jumat identik dengan Sunah Rasul - istilah tersebut sudah sangat populer di masyarakat khususnya di dunia maya seperti Medsos, dan bahkan banyak dari mereka yang tidak canggung untuk menunjukkan kalau mereka sedang melakukan hubungan suami-sitri dan yang lebih parahnya ada dari mereka yang menguplode foto yang tak senonoh. Sehingga istilah sunah rasul tersebut menjadi bahan candaan yang menurut saya tidak layak untuk dilakukan.

Pemakaian istilah "sunah rasul" untuk mengganti aktivitas jima' di malam jumat berawal dari sebuah hadist yang berbuny sebagai berikut :

"Barangsiapa melakukan hubungan suami-istri di malam jum'at (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi." dalam hadist yang lain menyebutkan bahwa pahalanya sama dengan membunuh 1000 dan ada juga yang menyebutkan 7000 yahudi."

Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah hadist tersebut shahih, dhaif atau ma'udu/palsu? dan kenyataannya bahwa hadist diatas tidak akan ditemukan dalam kitab mana pun, baik kumpulan hadist dhaif apalag hadist shahih.

Dan lebih parahnya adalah hadist tersebut merupakan karangan seseorang yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan rasulullah s.a.w. karena kalimat pada hadist tersebut bukanlah hadist dan tidak memiliki sanad / bersambung ke sahabat, apalagi ke rasulullah shallallahu'alaihiwasallam. Yang akhirnya pada satu kesimpulan bahwa hadist "sunah rasul" diatas adalah PALSU, lebih tepatnya yaitu sama sekali BUKAN HADIST.


Hukum Hubungan Suami-istri pada malam jumat

Selain hadist diatas yang jelas palsu, ada lagi hadist yang dikatakan sebagai dalil akan sunahnya hubungan suami-stri pada malam jumat. Akan tetapi masih terjadi perbedaan pendapat dalam mentafsirkan maksud dari hadist  tersebut.

Dari Aus bin Aus, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ada ulama yang menafsirkan maksud  hadits penyebutan mandi dengan ghosala bermakna mencuci kepala, sedangkan ightasala berarti mencuci anggota badan lainnya. Demikian disebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi, 3: 3. Bahkan inilah makna yang lebih tepat.


Ada tafsiran lain mengenai makna mandi dalam hadits di atas. Sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad,


قال الإمام أحمد : (غَسَّل) أي : جامع أهله ، وكذا فسَّره وكيع

Imam Ahmad berkata, makna ghossala adalah menyetubuhi istri. Demikian ditafsirkan pula oleh Waki’.

Tafsiran di atas disebutkan pula dalam Fathul Bari 2: 366 dan Tuhfatul Ahwadzi, 3: 3. Tentu hubungan intim tersebut mengharuskan untuk mandi junub.


Namun kalau kita lihat tekstual hadits di atas, yang dimaksud hubungan intim adalah pada pagi hari pada hari Jum’at, bukan pada malam harinya. Sebagaimana hal ini dipahami oleh para ulama dan mereka tidak memahaminya pada malam Jum’at.


وقال السيوطي في تنوير الحوالك: ويؤيده حديث: أيعجز أحدكم أن يجامع أهله في كل يوم جمعة، فإن له أجرين اثنين: أجر غسله، وأجر غسل امرأته. أخرجه البيهقي في شعب الإيمان من حديث أبي هريرة.

As Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik dan beliau menguatkan hadits tersebut berkata: Apakah kalian lemas menyetubuhi istri kalian pada setiap hari Jum’at (artinya bukan di malam hari, -pen)? Karena menyetubuhi saat itu mendapat dua pahala: (1) pahala mandi Jum’at, (2) pahala menyebabkan istri mandi (karena disetubuhi). Yaitu hadits yang dimaksud dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari hadits Abu Hurairah.

Dan sah-sah saja jika mandi Jum’at digabungkan dengan mandi junub. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Jika seseorang meniatkan mandi junub dan mandi Jum’at sekaligus, maka maksud tersebut dibolehkan.” (Al Majmu’, 1: 326)



Intinya, sebenarnya pemahaman kurang tepat yang tersebar di masyarakat awam. Yang tepat, yang dianjurkan adalah hubungan intim pada pagi hari ketika mau berangkat Jumatan, bukan di malam hari. Tentang anjurannya pun masih diperselisihkan oleh para ulama karena tafsiran yang berbeda dari mereka mengenai hadits yang kami bawakan di awal.


Stop Menggunakan Kata "Sunnah Rasul" Di Malam Jumat

Jaga mulut jika Anda islam! Jaga tangan Jika Anda Islam! Jaga Martabat Islam! 
Jangan sampai anda menunjukan kepada orang bahwa Anda sedang atau telah melakukan hubungan suami-istri. Seperti misalnya Anda membuat status "Saya sudah melakukan sunah Rasul malam Jumat ini". Dengan maksud memberitahukan bahwa Anda telah melakukan hubungan intim dengan istrinya. Sungguh alangkah buruknya

Ingatlah !!!


Diriwayatkan dari Asma’ binti Yazid r.a, bahwa ia berada di majelis Rasulullah saw sementara kaum laki-laki dan wanita duduk di situ.

Rasulullah berkata, “Barangkali seorang laki-laki menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama istrinya? Barangkali seorang wanita menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama suaminya?” Orang-orang diam saja.
Aku berkata, “Demi Allah, benar wahai Rasulullah. Sesungguhnya kaum wanita melakukan hal itu demikian juga kaum pria.” 
Rasulullah bersabda: “Jangan lakukan! sesungguhnya hal itu seperti setan laki-laki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan lalu keduanya bersetubuh sementara orang-orang melihatnya,” (HR Ahmad, hasan).

Tobatnya seorang pemabuk sehingga menjadi seorang sufi besar - Malik Bin Dinar seorang sufi besar yang sangat terkena namanya sampai sekarang. Tapi siapa sangka, dulunya adalah seorang yang gemar melakukan berbagai tindak kejahatan. 

Pada suatu hari ada orang bertanya kepadanya bagaimana ia adpat mengubah kelakuannya yan buruk itu. Pada mulanya ia enggan memberitahukan kisah masa lalunya, tetapi setelah beberaa kali didesak, ia akhirnya mau menceritakan semua kisah masa lalunya yang kelam sehingga menjadi sekarang ini, Berikut ceritanya:

Kisah Malik Bin Dinar Seorang Ahli Sufi terkenal

Saya asalnya adalah seorang askar (prajurit, pasukan tentara, laskar ). Kesukaan saya tidak lain ialah meminum minuman keras yan memabukkan. Saya telah membeli seorang budak, wanita yang cantik. Saya sangat suka kepada wanita itu dan ia akhirnya melahirkan seorang anak perempuan hasil hubungan kami. Saya sangat sayang kepada anak saya itu. Demikian juga sebaliknya, anak itu sangat sayang kepada saya sebagai ayahnya. Semakin banyak perkembangan pada diri anak saya semakin besar pula rasa sayang saya kepadanya Anak itulah yang menjadi sumber kebahagiaan kami sekeluarga, kami selalu bermain bersama-sama

Kisah Malik Bin Dinar Seorang Ahli Sufi terkenal

Tetapi ia mempunyai perilaku yang terbilang cukup aneh yaitu suka merampas gelas yang berisi minuman keras di tangan saya, lalu kemudian menuangkan minuman keras itu ke baju jubah saya. Saya sangat benci terhadap perilakunya itu, tetapi oleh karena amat sayang kepadanya saya tidak sampai hati untuk memarahinya.

Tatkala umurnya dua tahun, malangnya puteri saya itu telah kembali ke rahmatullah taala. Betapa hancurnya hati saya karena kehilangan mutiara yang tidak ada gantinya itu. Sungguh semenjak itu hidup saya menjdi muram disebabkan kematian puteri yang teramat saya sayangi itu.

Pada suatu malam setelah saya mabuk saya langsung tidur dengan pulasnya. Dimalam itu saya telah bermimpi akan hari akhirat. Saya lihat di dalam mimpi saya itu manusia berduyun-duyun keluar dari kubur masing-masing lalu berhimpun di padang mahsyar. Apabila saya pergi menghampiri mereka itu saya terdengar bunyi seperti desiran dibelakang saya. Dan apabila saya menoleh kebelakang, saya melihat seekor naga besar dengan mulutnya yang membuka sangat lebar, Naga itu menuju ke arah saya dengan maksud hendak menelan saya. 

Saya merasa amat takut sekali, lalu saya berlalu sekuat hati saya, nmun naga itu terus mengejar saya.Tatkala saya berlari itu saya nampak seorang lelaki tua di hadapan saya. Saya menegur lelaki tua itu lalu meminta pertolongannya. Tetapi ia menjawab bahwa ia tidak berupaya menolong saya lantaran lelaki tua tersebut tidak punya daya upaya untuk menolongnya karena kondisinya yang lemah. Dia suruh saya terus lari saja, barangkali nanti ada orang yang akan dapat menolong. Maka saya pun terus berlari hingga bertemu dengan sebuah bukit kecil. Alangkah terkejutnya saya bila saya menjenguk kebawah, saya lihat api neraka yang sangat besarnya.

Tetapi tatkala saya hendak terjun ke dalam neraka itu saya tiba-tiba mendengar suara dari arah belakang. “wahai Malik, engkau sebenarnya bukanlah menjadi bahan api neraka! Maka saya pun menoleh ke belakang dan nampak orang tua yang pernah saya temui itu. Saya merayu kepadanya supaya menolong saya dari bahaya naga itu namun ia masih juga memberikan alasan yang sama bahwa ia tidak berupaya untuk menolon saya lantaran ia telah tua lagi lemah. Bagaimanapun dia telah menunjukan ke arah bukit yang lain lalu menyuruh saya pergi ke bukit itu karena disana terdapat kaum muslimin yang senantiasa berada dalam perlindungan Allah a.w.t.

Maka tanpa berlengah-lengah sedikitpun jua saya lantas berlari ke bukit itu sementara naga itu masih juga mengejar saya dari belakang. Apabila sampa dipuncak bukit itu saya melihat ada sebuah bangunan yang berbentuk tirus kubah dengan mempunyai bebeapa buah tingkap yang terbuka. Pada tingkap-tingkap itu kelihatan langsir yang teramat indahnya. Semua tigkap-tingkap itu mempunyai pintu-pintu yang berbalutkan mutiara yang indah dan zamrud yang berkilau-kilauan. Apabla saya coba memanjat pintu itu saya terdengar malaikat berseru mangatakan: “bukalah tingkap dan selaklah kain langsir itu. Keluarlah kamu sekalian, barangkali ada diantara kalian yang dapat menolong orang jahat!

Medengar tangisanku itu maka ramailah kanak-kanak keluar dari pintu itu dengan wajah muka yang berseri-seri. Mereka memandang kepadaku dengan penuh belas kasihan karena mereka nampak aku sedang dikejar naga. Tiba-tiba aku pun ternampak anakku yang berusia dua tahun ada bersama-sama kumpulan kanak-kanak itu. Apabila dia melihatku, dia  pun menangis, lalu berlari mendapatkan aku, Anakku itu lalu menunjukan tangannya ke arah naga itu dan betapa terkejutnya aku melihat naga itu secara tiba-tiba pergi dari situ. Binatang yang amat menakutkan aku itu kemudian hilang dari pandangan saya.

Saya pun meletakkan puteriku itu dalam pangkuanku dan dia ayik bermain dengan janggutku. Kemudian puteriku itu pun membaca surat Al Quran yang sekira-kira demikian maksudnya: “Masihkah belum tibanya bagi orang-orang yang jahil itu menyembah Allah dan sadar akan petunjuk Allah terhadap diri mereka.”

Tatkala saya mendengar ayat yang dibacakan oleh puteri saya tadi lalu saya pun menangis serta menyesali akan dosa-dosa saya yang lalu. Kemudian saya pun bertanyakan puteri saya itu:
“Fahamkah engkau hai anakku, akan segala isi kandungan Al Quran itu?”
“Sungguh, saya faham akan segalanya itu ayah, bahkan lebih darimu! Demikian jawab puteriku itu.
Kemudian saya terus bertanya lagi:
“Siapakah naga itu hai anakku?”
Maka ia pun mengatakan kepada saya bahwa naga itu adalah perbuatan jahat yang hampir menasukkan saya kedalam api neraka.
“Tetapi siapa pula orang tua itu anakku?” tanya saya pula.
“dia adalah perbuatan baikmu yang telah menjadi lemah karena perbuatan jahat yang telah engkau lakukan,” jawab puteriku itu seraya menyambung.
“Dia tidak dapat menolong ayah tetapi dia dapat menunjukan cara untuk melepaskan ayah dari kesusahan.”
Akhirnya saya bertanya lagi: ”apa yang kamu lakukan di bukit ini anakku?” lalu puteriku itupun menjawab.
“Ayahku yang dikasihi! Kami semua adalah anak-anak orang islam. Kami menunggu kamu sekalian sehingga Hari Akhirat. Kemudian kami meminta Allah untuk keselamatan ayah-ayah kami.”

Selepas itu saya pun terjaga dari tidur dengan kondisi masih gemeteran  karena naga tersebut, lalu saya pun bertaubat maminta ampun dari Allah s.w.t. dan menghentikan semua perbuatan jahat saya itu.

Subhanallah, semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut, Aamiin

Tidak dikenal penduduk bumi tetapi disanjung oleh penduduk langit – Kisah ini menceritakan seorang pemudah pengembala unta yang tinggal bersama ibunya di suatu kampong yang jauh dari penduduk, pemuda ini tidaklah terkenal bahkan penduduk didesanya enggan mau mengunjunginya. Selain hidup sederhana pemuda inipun merawat ibunya seorang diri dan yang paling menarik dari pemuda ini adalah meskipun ia hanya bertemu satu kali dengan rasulullah tetapi Rasulullah sangat mencintainya bahkan beliau menghadiahi baju kepada pemuda itu. Siapa dia dan seperti apa kisahnya? Silahkan baca kisah berikut ini :


Kisah Teladan Awais Al Karni si pengembala unta yang merawat ibunya

Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah yang hidup penuh taqwa serta zuhud terhadap kehidupan dunia. Namanya adalah Awais Al Karni, Ia hidup dengan memlihara unta-unta kepunyaan saudaranyanya, Ia tinggal di daerah yang bernama Karni. 

Pada suatu hari, tatkala Awais berdiri seorang diri, ia menerima khabar perihal Rasulullah s.a.w. yang ketika itu sedang menghadapi perang Uhud. Awais mendapat khabar bahwa gigi rasulullah telah tanggal dalam pertempuran. Tetapi kabar yang diterimanya tersebut, tidak ia ketahui siapa yang memberitahukannya. Seperti kita ketahui bahwa pada zaman tersebut belum ada pengiriman pesan cepat seperti pos maupun telepon, padahal tempat dimana ia tinggal sangatlah jauh dari kediaman Rasulullah s.a.w.

Bagaimanapun setelah memperoleh khabar dari alam ghaib itu, Awais pun mencabut sebatang giginya untuk merasakan sendiri betapa sakitnya Rasulullah yang mengalami tanggal giginya. Subhanallah, sedemikian besarnya rasa cinta Awais terhadap Baginda Rasul.

Menurut ceritanya Awais hanya bertemu sekali saja dengan Rasulullah yaitu ketika beliau sedang berangkat keluar kota. Awais bukan saja menjaga unta-unta kepunyaan saudaranya melainkan juga menjaga ibunya seorang diri. Sebab itulah ia tidak dapat mengunjungi Rasul sekali lagi. Walau bagaimanapin Awais sempat meninggalkan pesan kepada Ummul Mukminin, yaitu istri Rasul bahwa ia akan datang untuk menemui Rasul. 

Ketika Rasulullah pulang, istrinya tersebut menyampaikan pesan dari Awais. Baginda Rasulpun bertanya,“Adakah engkau lihat wajahya? Tanya Rasul. Maka dijawab Ummul Mukminin Siti Aisyah r.a. “Saya hanya lihat belakangnya sahaja.” Maka berkata Nabi s.a.w. “Engkau akan masuk syurga karena memandang itu. “

PEMUDA YANG  DICINTAI PENDUDUK LANGIT AWAIS AL KARNI

Singkat cerita. Tatkala Rasulullah sedang berada diatas katilnya di saat-saat akhir hayatnya yang penuh suci. Rasulullah meminta agar baju yang sedang dipakainya itu diberikan kepada Awais kepada sahabatnya. Saiyidina Umar dan Saiyidina Ali lantas bertanya kepada orang-orang yang berada disitu yang sekiranya merupakan penduduk Karni untuk bersedia mengantarkan ke tempat tinggal Awais di Karni. Lantas sesorang berdiri dan menyatakan kesanggupannya untuk mengantarkan kedua sahabat tersebut ke kediaman Awais.
Tidak lama setelah itu, mereka pun berangkat menuju ke Karni. Setelah sampai didaerah itu, mereka pun bertanya kepada orang-orang di desa itu di mana rumah orang yang yang disebutkan oleh Baginda Rasulullah. Tatkala mereka menanyakan tentang nama orang itu penduduk kampung merasa amat terkejut sekali memikirkan apakah sebabnya dua orang tokoh sahabat besar Rasul hendak menemui pengembala unta yang tidak dikenali serta tidak dipedulikan orang itu. 
Akhirnya mereka sampai ditempat Awais berada, ketika itu mereka melihat ia sedang bershalat. Setelah Awais habis bershalat, ia pun berkata, “Sungguh inilah pertama kalinya ada orang yang melihat aku sembahyang. “ Kedua orang sahabat besar Rasul s.a.w. pun memperkenalkan diri masing-masing setelah memberi salam kepadanya. Mereka kemudian menyampaikan pesan Rasulullah s.a.w. menyuruh Awais mendoakan keampunan bagi para umat Nabi Muhammad s.a.w. Mendengar permintaan mereka itu, Awais dengan rendah hati menunaikannya.

Kemudian mereka pun bertanya kepadanya, “Kiranya Tuan sangat mencintai Muhammad s.a.w. kenapa Tuan tidak selalu berkunjung tatkala ia masih hidup?” Awais enggan menjawab melainkan Ia berbalik bertanya kepada mereka yang turut menyertai Baginda dalam perang Uhud. Dan kiranya mereka benar-benar turut bertempur bersama Rasulullah di perang Uhud apakah mereka tahu gigi Rasulullah s.a.w. yang mana yang tanggal dalam peperangan itu. Saiyidina Umar Al Khatab benar-benar tertarik dengan pemuda yang sangat sederhana lagi teramat waroknya itu lalu mereka meminta Awais sudi mendoakannnya. 
Maka Awais Al Karni pun berkata. “Hai Umar! Aku bershalat dan mendoakan keampunan dan kesejahteraann untuk kalian kaum Muslimin pada setiap kali shalatku Kiranya engkau takwa kepada Allah dan mentaati ajaran RasulNya engkau akan terima berkah doaku di Akhirat nanti. “ Saiyidina Umar r.a. lalu berkata, “Aku sedia memberikan kedudukan khalifahku untuk bantal roti,  kalu engkau mau. “ Lalu Awais pun menjawab, “Siapakah yang mau menerimanya? Tiada siapa yang mau menerimanya sekalipun engkau menyerahkannya.”

Dua orang tokoh besar sahabat Rasulullah s.a.w itu pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan puas setelah menemui orang yang disebutkan oleh Baginda Rasul, Awasi orng yang tidak dikenal oelh pendiuduk dunia tetapi besar kedudukannya di sisi pendduduk langit.
Subhanallah.

Khadijah Al-Kubra adalah istri pertama Nabi Muhammad s.a.w yang merupakan sosok istri teladan, begitu banyak pengorbanan yang dilakukannya demi menegakkan agama islam dan beliaulah orang yang selalu ada dibalik perjuangan dakwah Rasulullah. Berikut adalah serita yang amat sangat menyentuh, cerita tentang baginda muhammad yang menangis karena istrinya, Khadijah.

Pada suatu hari Nabi Muhammad s.a.w. pulang dari medan dakwah dalam kondisi lelah . Ketika beliau hendak masuk rumah, Khadijah biasanya menyambut beliau berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri menyambut Suami tercinta, Rasulullah yang melihatnya sontak berkata: “Wahai Khadijah tetaplah di tempatmu.” Saat itu Khadijah sedang menyusui anaknya Fatimah yang masih bayi. Rasulullah sangat paham dengan kesetiaan istrinya Khadijah yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya.

Keimanan dan Kesetiaan Khadijah al-Kubra ra - Kisah Kehidupan Nabi Muhammad

Rasulullah sangatlah Kagum dengan pengorbanan Khadijah. Meskipun dalam keadaan Lelah menjaga rumah tangganya dan keadaan Letih dalam memelihara anaknya, Khadijah masih sempat menunjukkan Kesetiannya dan rasa sayangnya kepada sang Suami walau dengan hal yang sederhana tadi. Bahkan seluruh harta bendanya diberikan kepada Nabi demi perjuangan Islam dan bahkan lebih dari itu, jiwa dan raganya diperuntukkan untuk Islam. Subhanallah, sungguh besar kontribusi Khadijah terhadap kemajuan besarnya islam di jaman Nabi Muhammad s.a.w. Tidak jarang Khadijah menahan lapar sambil menyusui anaknya Fatimah ra. Sehingga yang keluar bukan air susu lagi tapi darah yang keluar, yang diminum oleh anaknya Fatimah. 

Melihat Khadijah letih menyusui anaknya, Rasulullah mengambil Fatimah dan diletakkan di tempat tidurnya. Gantilah Rasulullah berbaring dipangkuan sang Istri. Karena Rasulullah begitu lelah dan letih dari mendakwahkan islam kepada umatnya yang menolak seruannya, beliaupun tertidur dipangkuan sang istri. 

RASULULLAH MENANGIS KARENA KHADIJAH

Katika itulah khadijah dengan belaian kasih sayang membelai rambut Beliau. Tak terasa air mata Khadijah al-Kubra menetes mengenai pipi Rasulullah s.a.w. Nabipun terjaga “Wahai Khadijah kenapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan, tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua orang telah menjauh darimu, seluruh harta bendamu habis. Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?”

Khadijah al-Kubra berkata, “Wahai suamiku, wahai Nabi Allah, bukan itu yang aku tangiskan. Dulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki kebangsawanan, kebangsawanan itupun aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, seluruh harta kekayaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. 

Wahai Rasulullah, sekarang ini aku tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. “Wahai Rasulullah, sandainya aku telah MATI sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, kemudian engkau hendak menyebrangi sebuah lautan,, engkau hendak menyebrangi sebuah sungai dan engkau tidak menemukan satu perahu pun ataupun jambatan, maka engkau gali lubang kuburku, engkau gali kuburku, kemudian ambillah TULANG BELULANGKU, engkau jadikan jembatan sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu.

"INGATKAN MEREKA AKAN KEBESARAN ALLAH. INGATKAN MEREKA PERKARA YANG HAQ. AJARKAN MEREKA SYARI'AT ISLAM WAHAI...RASULULLAH.”
Mendengar Perkataan Khadijah tersebut, Nabi Muhammadpun Menangis.

Dalil Lengkap Hadist Shahih Puasa Sunnah Bulan Muharram - Sebelumnya saya ucapkan "SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1438". (Mudah-mudahan kita senantiasa mendapat rahmat dan hidayah-NYA serta mendapat syafaat Rasul-NYA Nabi Muhammad SAW. Aamiin). Bulan Muharram adalah bulan yang sangat mulia, pada bulan ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama melakukan puasa sunnah. Banyak dalil-dalil yang menjelaskan mengenai hal demikian mulai dari hadist yang shahih sampai hadist yang lemah dan pada postingan ini saya akan menyajikan berbagai hadist yang menyangkut puasa sunnah bulan muharram, semoga dengan adanya hadist berikut bisa memantapkan Anda untuk senantiasa memperbanyak ibadah puasa sunnah di Bulan Muharram. 


Berikut adalah Daftar Hadist Yang Menjelaskan Hukum Berpuasa Di Bulan Muharram :

Hadits SHAHIH tentang PUASA MUHARRAM


  • Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Seutama-utama puasa setelah Ramadlan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)


  • Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma- dia berkata :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- mendatangi kota Madinah, lalu didapatinya orang-orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Maka beliau pun bertanya kepada mereka, “Hari apakah ini, hingga kalian berpuasa?” mereka menjawab, “Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah memenangkan Musa dan Kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun serta kaumnya. Karena itu, Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, maka kami pun melakukannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami lebih berhak dan lebih pantas untuk memuliakan Musa daripada kalian.” kemudian beliau pun berpuasa dan memerintahkan kaum puasa di hari itu. (HR. Al-Bukhari no. 3145, 3649, 4368 dan Muslim no. 1130)


  • Dari Abu Qatadah Al Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura`, beliau menjawab: “Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.” (HR. Muslim no. 1162)

  • Dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma-, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Seandainya tahun depan aku masih hidup, niscaya saya benar-benar akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” (HR. Muslim no. 1134)
Perintah beliau kepada para sahabat untuk berpuasa 10 muharram menunjukkan puasanya ini hukumnya wajib. Akan tetapi setelah ramadhan diwajibkan, puasa inipun menjadi sunnah, sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama.

Hadits Abu Hurairah di atas menunjukkan bahwa puasa muharram merupakan puasa sunnah yang terbaik dan terutama, dan keutamaannya adalah Allah akan mengampuni semua dosa setahun yang lalu. Hanya saja yang dimaksud dengan semua dosa di sini hanyalah dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa besar tidak akan diampuni oleh Allah kecuali dengan taubat dan rahmat dari Allah. 

Berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadlan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar.” (HR. Muslim no. 342)

Hadits ini termasuk dalil terbesar yang menunjukkan disyariatkannya mukhalafah (berbeda) dengan ahli kitab, karena tatkala orang-orang Yahudi juga berpuasa pada tanggal 10 muharram, Allah Ta’ala melalui lisan Rasul-Nya menurunkan syariat baru berupa berpuasa pada tanggal 9, dan syariat ini diturunkan semata-mata agar puasa kaum muslimin berbeda dengan puasa yahudi.

Adapun hadits yang memberikan pilihan untuk berpuasa sehari sebelumnya (tanggal 9) atau sehari setelahnya (tanggal 11) maka dia adalah hadits yang lemah. Sehingga puasa hanya dilakukan pada tanggal 9 dan 10.

Dalil Lengkap Hadist Puasa Sunnah Bulan Muharram

3 Hadits Lemah Seputar Puasa Muharram

Berikut penyebutan beberapa hadits lemah seputar puasa Muharram:

  • Hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, beliau berkata : “Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda :
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا
“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyuro` dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya, (yaitu) berpuasalah kalian sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”. 

Keterangan:
Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (1/399/2155), Ibnu Khuzaimah dalam Shohihnya (3/290-291/2095) dan Al-Baihaqy (4/287) dari jalan Ibnu Abi Laila dari Daud bin ‘Ali dari ayahnya dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam secara marfu’ .
Berkata Asy-Syaukany rahimahullah setelah membawakan hadits ini: “Riwayat ini dho’if (lemah) mungkar ”.

Ini dikarenakan dalam sanad nya terkumpul dua kelemahan :1. Ibnu Abi Laila yang dia ini bernama lengkap Muhammad bin ‘Abdirrahman ibnu Abi Laila adalah seorang rowi yang lemah haditsnya. Berkata Al-Hafizh dalam At-Taqrib : Shoduqun sayyi`ul hifzhi jiddan (Jujur tapi jelek sekali fahalannya).

Dia telah menyelisihi ‘Abdurrozzaq –yang beliau lebih kuat hafalannya dari dirinya-, beliau meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Juraij dari ‘Atho` dari Ibnu ‘Abbas secara mauquf dari perkataan beliau (Ibnu Abbas) –sebagaimana telah berlalu penyebutannya, itupun dengan lafazh “berpuasalah pada hari ke 9 dan ke 10” tanpa ada tambahan lafazh “atau sehari setelahnya”. Maka penyelisihan Ibnu Abi Laila terhadap ‘Abdurrozzaq terjadi dari sisi sanad serta matan hadits.

  • Hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata : “Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda :
وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلاَثُوْنَ يَوْمٍ
“… dan barangsiapa yang berpuasa satu hari di bulan Muharram maka baginya dari setiap hari (bagaikan berpuasa) 30 hari”.

Keterangan:
Dikeluarkan oleh Ath-Thobarony dalam Mu’jam Ash-Shoghir (2/164/963) dari jalan Muhammad bin Rozin Jami’ul Mishr dari Al-Haitsam bin Habib dari Sallam Ath-Thowil dari Hamzah Az-Zayyat dari Laits bin Abi Sulaim dari Mujahid dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma.

Berkata Syaikh Al-Albany rahimahullah : “Ini adalah hadits maudhu’ (palsu), dalam sanadnya ada rowi yang bernama (1)Sallam Ath-Thowil dan dia adalah pendusta, (2) Laits bin Abi Sulaim bercampur hafalannya serta Al-Haitsam bin Habib dianggap pendusta oleh Imam Adz-Dzahaby”. Lihat Dho’if At-Targhib wat Tarhib 1/312 no. 615.

  • Hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata : “Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam bersabda :
لَيْسَ لِيَوْمٍ فَضْلٌ عَلَى يَوْمٍ فِي الصِّيَامِ إِلاَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَيَوْمُ عَاشُوْرَاءَ
“Tidak ada satu haripun yang memiliki keutamaan atas hari-hari yang lainnya dalam hal berpuasa kecuali bulan Ramadhan dan hari ‘Asyuro`

Keterangan:
”.Diriwayatkan oleh Ath-Thobarony (11/127/11253) dan di dalam sanadnya terdapat ‘Abdul Jabbar ibnul Ward yang dikatakan oleh Imam Al-Bukhory : “Dia menyelisihi pada sebagian hadits-haditsnya” dan berkata Ibnu Hibban : “Dia sering salah dan wahm. Dan hadits ini dihukumi sebagai hadits yang mungkar oleh Syaikh Al-Albany sebagaimana bisa dilihat dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah (1/453-455 no. 285).

KISAH SEORANG LUMPUH YANG DICINTAI RASULULLAH - Alangkah terharunya rasul s.a.w. mendengar keinginan seorang yang lumpuh tetapi mempunyai iman yang kuat. Ia seorang leleki penduduk Madinah yang mengalami penyakit lumpuh yang menyebabkan dia tidak dapat bergerak dan berpergian. Imannya yang kuat  inggin menyertai Nabi s.a.w. sebagai seorang muslim, tetapi tenaganya tidak ada.

Muq’ad, demikianlah ahli hadist menyebutkan dirinya, yaiutu Orang yang tidak dapat berjalan karena menderita lumpuh.  Terpaksa dia duduk saja sepanjang hari dana malam tetapi kecintaannya kepada Allah dan Rasul sangat ktat. Namun demikian dia tidak sunyi mendengar dan mengetahui perkembangan islam dan erjuangan rasul s.a.w. dan kaum muslimin, walaupun dia tidak dapat berbuat banyak, tetapi hatinya mencintai Allah dan rasul dalam kemampuan yang ada padanya.

“Bawalah aku dipinggir jalan yang dilalui Rasul s.a.w., bila baginda pergi kemasjid.” Demikian dia menyuruh keluarganya.

KISAH SEORANG LUMPUH DICINTAI RASULULLAH

Seorang lumpuh yang sangat mencintai Rasulullah

Dapatlah dibayangkan betapa rindunya ia hendak meliat wajah rasul s.a.w., inggin mendengarkan suara baginda. Hanya inilah yang dapat dilakukannya lagi dan memang baik sekali.

Harapannya ini pun dikabulkan oleh keluarganya. Ia dibawa ke pinggir jalan yang akan dilalui Rasulullah s.a.w. sudah tentu tidak akan dapat bertemu secepat mungkin sebab waktu dia sudah sampai tetapi nabi belum . dan baginya menunggu itu pun sudah menyejukkan jua.

Semua ini diketahui dan dirasakan nabi sehingga bila baginda lalu maka baginda mengucapkan salam kepadanya. Bukan main gembira hatinya melihat rasul dan mendengar ucapan sala baginda kepadana. Bila selesai pertemuan yang sedikit ini maka keluarganya inggin membawanya pulang. Alangkah puasnya hatinya dan subur imannya. Pergi dan pulang selalu nabi  mengucapkan salam kepadanya, bila baginda melihat muq’ad masih ada disana.

“Demi allah, aku tidak akan pulang lagi.” Katanya kepada keluarganya.
“Selama rasulullah masih hidup saya tidak mau pergi dari sini, sebab itu kamu dirikanlah khushsh untukku” demikian harapan

Ia mengharapkan agar didirikan khushsh, yaitu rumah dari kayu sekadar. Tau samalah dengan pondok dan gubuk kita disini, sekadar menaungi waktu panas dan berteduh waktu hujan. Alngkah murninya hati muq’ad . keluarganyapun permintaanyna sehingga didirikannya pondok dipinggir jalan. Mulailah muaq’ad menempatinya dengan penuh kegembiraan. Nabi pun mengetahiu semua hal tentang muq’ad sehingga setiap baginda lewat di sana maka bagina singgah kepadanya. Diuapkannya salam kepadanya dan digembirakannya hatinya.

Malah bisa rasul mempunyai makananmaka baginda kirimkan kepadanya. Hanya allah yang mengetahui betapa gembiranya muq’ad mendapat perlakuan nabi yang demikian baiknya. Dalam suasana menidap penyakitlumpuh maka inilah obat bagi jiwanya.

Kematian Sahabat Nabi Mu'ad

Demikian berlalu hari demi hari dan bulan demi bulan. Sampailah datang suatu saat, ketika semua ini terhenti dengan meninggalkan kesan mengharukan. Muq’ad meninggal dunia.

Kematian ini diberitahukan kepada baginda rasul sehingga baginda segera menjengknya dengan penuh keharuan beberapa orang sahabat ikut bersama baginda untuk melepas hamba ini kelam barzah. 

‘Seorangpun tidak boleh mendekati tempatnya selain dari aku. “ demikian kata rosul kepada sahabatnya.

Nabi segera masuk sedang sahabat yg lain berada diluar saja malah mereka inggin segera dibolehkan masuk melihat mauat muq’ad yang mempunyai jalan hidup sendriri.
Waktu nabi s.a.aw. masuk kedalam tempat muq’ad maka baginda melihat jibril sudah ada didekatnya barangkali inilah ebabnya rasulullah belum megizinkan sahabat ikut masuk bersama baginda.

“wahai rasul! Sekiranya engkau tidak datang maka kamilah yang akan menyelenggarakanurusannya. Tetapi karena engkau sudah datang maka engkaulah yang jauh lebih utama mengurusnya.demikian kata jibril kepada nabi.

Akhirnya rasulullah s.a.w. mengurus jenasah muq’ad memandikan, mengkafani, menshalatkan dan memasukkan ke kubur. Berangkatlah dia menuju alam baqa dengan iman yang berada dalam jasmani lumpuh rasul memperlihatkan kasih sayang kepadanyadelam bentuk lain dari yang lain. Sebab muq’ad ini adalah orang yang mengalami lumpuh jasmiani tetapu imannya tidak lumuh. Dengan iman yang tidak lumpuh ini dia mencintai allah dan rasul dan dengan iman inilah dia menghadap allah.

Diberdayakan oleh Blogger.